KLIK BORNEO – BERAU. Penantian panjang 60 peserta didik SD 001 Biatan Ilir di Kecamatan Biatan untuk memiliki gedung sekolah dan ruang kelas belajar (RKB) yang layak akhirnya terjawab.
Sejumlah Rp825 anggaran yang bersumber dari APBD 2026 dipastikan akan dikucurkan untuk pembangunan gedung dan RKB tersebut pada tahun ini.
Meskipun anggaran tersebut diklaim kecil dan belum mencukupi, setidaknya pembangunan yang ada dapat mengatasi kekurangan yang selama ini dialami para peserta didik saat belajar di bawah kolong rumah warga.
“Jadi, kita hanya bisa targetkan bangun 3 ruang kelas dulu. Nanti sambil evaluasi dan cek di lapangan, kita pelan-pelan lengkapi kekurangan yang lain,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah.
Terkait lahan, Mardiatul menegaskan pihak sekolah sendiri telah menyiapkan lahan seluas 1 Hektare (Ha) untuk pembangunan gedung baru tersebut. Namun, pihaknya tetap turun langsung memastikan status dan legalitasnya.
“Kita pastinya perhatikan semua administrasi dan legalitasnya itu agar tidak ulangi lagi kejadian sebelumnya. Karena kemarin kan sudah dibangun tapi karena masalah lahan akhirnya terhenti,” jelasnya singkat.
Sebelumnya, Asni, seorang guru yang secara sukarela mengabdi di SD 001 Biatan Ilir menjelaskan kolong rumah warga terpaksa jadi pilihan utama, lantaran ruang kelas belajar (RKB) terhenti pembangunannya.
SD Filial itu sendiri, menurutnya, sudah pernah dibangun oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.
Namun, pembangunan sekolah tersebut terpaksa dihentikan lantaran persoalan lahan menimbulkan ketegangan di antara pemerintah dan pemilik lahan.
“Sekolah sudah didirikan, tapi dicekal, dilarang, stop. Pemerintah Berau tidak ada tindakan lanjutnya,” paparnya.
Imbas dari terhentinya pembangunan itu, warga setempat akhirnya bergotong royong membangun ruang kelas sederhana.
“Tapi karena dinilai tidak layak, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke bawah kolong rumah warga yang bau pesing. Jadi kami berharap segera ditangani,” pintanya.
Harapan Asni itu, kini mulai terjawab. 60 peserta didik tersebut bakal memiliki fasilitas baru yang lebih baik untuk belajar. Semangat mereka pun diharapkan semakin membara, seiring dengan perubahan suasana baru menimba ilmu. (*/)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi