KLIK BORNEO – BERAU. Anggota Komisi III DPRD Berau, H Sa’ga, menaruh perhatian serius terhadap efektivitas program bantuan sosial bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Batiwakkal. Mengingat masih adanya warga yang hidup di bawah garis kemiskinan, Sa’ga mendesak Pemerintah Kabupaten Berau untuk lebih tajam dalam mengarahkan alokasi APBD agar menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat, terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan.
Menurut politisi senior ini, komitmen menyejahterakan masyarakat harus tercermin dalam mekanisme pengelolaan anggaran yang tepat guna dan tepat sasaran. Ia menilai, layanan kesehatan menjadi indikator utama keberhasilan visi misi kepala daerah yang saat ini sedang berjalan. Tantangan terbesar yang dirasakan masyarakat menengah ke bawah saat ini adalah rumitnya prosedur dan beban layanan kesehatan melalui skema BPJS.
“Agar pengelolaan APBD bisa juga diarahkan pada program bantuan langsung, memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan hak pelayanan yang lebih baik, misalnya pendidikan terutama kesehatan,” jelas H Sa’ga saat menyoroti prioritas anggaran daerah.
Sa’ga juga menceritakan pengalamannya saat mendampingi warga di rumah sakit yang mengeluhkan beratnya akses layanan BPJS. Baginya, janji politik untuk menggratiskan BPJS bagi warga kurang mampu harus direalisasikan secara menyeluruh tanpa hambatan administrasi yang berbelit, mengingat kartu tersebut kini menjadi syarat utama dalam berbagai urusan publik.
“Tidak semua masyarakat kita gratiskan BPJS ini yang perlu diberikan pemahaman, yang kita BPJS gratis ini yang kemarin kita layani dengan Jamkesda,” terangnya menekankan pentingnya akurasi data penerima bantuan.
Selain masalah BPJS, Sa’ga mendorong adanya pemerataan tenaga kesehatan hingga ke wilayah perkampungan terpencil agar warga tidak perlu menempuh jarak jauh demi mendapatkan pengobatan. Evaluasi mendalam terhadap kampung yang masih minim fasilitas kesehatan harus segera dilakukan oleh dinas terkait agar realisasi program berjalan efektif.
“Harapan kami ini juga bisa diperhatikan, evaluasi layanan, rumuskan, data kampung mana saja yang masih kesulitan kemudian realisasikan,” tutupnya mengakhiri pernyataan.(Adv)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi