KLIK BORNEO – BERAU. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengimbau semua masyarakat Kabupaten Berau untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta permukiman.
Imbauan itu disampaikan Bupati Sri sekaligus menanggapi fenomena cuaca kering ekstrem, akibat fenomena El Nino dengan kategori kuat, yang saat ini tengah mengepung Bumi Batiwakkal.
Berdasarkan data terbaru dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau, suhu harian di Berau melonjak drastis hingga menyentuh angka 36,2 derajat Celsius.
Kondisi itu menjadikan Berau masuk dalam daftar wilayah terpanas di Indonesia. Bahkan, minimnya curah hujan dalam sepekan terakhir memicu kekeringan vegetasi yang sangat parah.
“Ini kita sedang berada dalam kondisi ekstrem panas yang cukup tinggi namanya El Nino. Sehingga memang Berau ini, kalau boleh saya bilang, merupakan kabupaten yang sangat panas dengan derajat yang cukup tinggi,” ungkapnya, Rabu (12/8/2026).
BMKG sendiri telah mendeteksi adanya lonjakan 923 titik panas (hotspot) di Berau, dengan konsentrasi kerawanan tinggi di sejumlah kecamatan seperti Pulau Derawan, Segah, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur.
Merespons data tersebut, Bupati mengajak masyarakat di dekat kawasan hutan maupun permukiman padat untuk ekstra hati-hati.
“Jadi mohon, misalnya hal sepele seperti memastikan kompor benar-benar mati sebelum ditinggal, mohon supaya lebih berhati-hati,” jelasnya.
“Karena sekarang dengan kondisi cuaca yang sangat panas, kebakaran bisa saja terjadi. Tetapi kalau kita semua waspada, mudah-mudahan semua itu tidak terjadi,” sambungnya.
Guna mengantisipasi situasi tersebut, lanjutnya, pemerintah daerah telah menerbitkan instruksi tertulis mengenai peningkatan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi kering.
Petugas pemadam kebakaran diminta memperkuat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya agar penanganan di lapangan bisa berjalan terintegrasi.
Selain kesiapan jajaran pemerintah, Bupati juga meminta kepedulian pihak swasta. Ia meminta korporasi yang beroperasi di sekitar lokasi rawan kebakaran untuk proaktif mengulurkan bantuan.
“Pastinya juga untuk perusahaan yang berada di lokasi kejadian kebakaran untuk memaksimalkan juga bantuannya melalui CSR-nya. Mari bersama-sama memastikan semua musibah itu dapat diatasi,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi