Dinas Perkim Berau Terapkan Sistem Baru, Hapus Dominasi Kontraktor Lama

KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Berau terus melakukan pembenahan besar-besaran dalam sistem pengadaan proyek di lingkungan instansinya.

Hal itu dilakukan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan dalam proses pengadaan barang dan jasa. Berikutnya, mencegah munculnya dominasi kontraktor tertentu.

Kepala Dinas Perkim Berau, Mulyadi menjelaskan bahwa langkah itu sudah mulai ditempuh menyusul adanya evaluasi terhadap tata kelola proyek selama dua tahun terakhir di Disperkim Berau.

Kekosongan jabatan pimpinan definitif pada periode sebelumnya sempat memicu terjadinya ketimpangan distribusi pekerjaan, di mana proyek-proyek lapangan cenderung didominasi oleh kelompok tertentu.

“Setelah kami resmi menjabat, kami menerima banyak masukan dari rekan-rekan kontraktor mengenai adanya praktik monopoli oleh pihak-pihak tertentu akibat tidak adanya pimpinan definitif selama dua tahun,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, manajemen Dinas Perkim mulai bergerak cepat dengan melakukan perombakan sistem kerja. Fokus utamanya yakni menegakkan regulasi dan meningkatkan transparansi dalam proses penunjukan serta pelaksanaan proyek.

Dampaknya kini mulai terasa. Mulyadi menyebutkan bahwa saat ini semakin banyak penyedia jasa konstruksi baru yang mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan di Berau.

“Hal ini bisa dibuktikan di lapangan. Prinsip kami jelas, yaitu memberikan kesempatan yang sama dan adil bagi semua kontraktor serta konsultan untuk saling bersinergi,” jelasnya.

Meski langkah perubahan ini sempat memicu resistensi dan tantangan dari pihak-pihak yang mapan dengan sistem lama, Mulyadi menegaskan komitmennya tidak akan goyang.

Ia berkomitmen dan siap memastikan seluruh kebijakan ke depan akan tetap berjalan tegak lurus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Walaupun di awal ada tantangan, setelah dievaluasi, kami memilih untuk tetap maju. Ke depan, kepatuhan terhadap regulasi adalah harga mati,” pungkasnya. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT