Eliminasi TBC di Berau, Program ‘Semut Narsis’ Ditargetkan Menyasar 20 Kampung

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menargetkan 20 kampung bakal.menjadi wilayah bebas tuberkulosis (TBC) pada tahun 2026 ini, melalui optimalisasi program inovasi “Semarak Temukan Terduga dan Kasus Tuberkulosis” atau Semut Narsis.

Langkah taktis tersebut diambil pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya percepatan eliminasi TBC untuk mengejar target nasional pada tahun 2030 mendatang.

Terkait itu, Asisten III Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Maulidiyah menjelaskan perluasan program ke 20 kampung itu mengacu pada keberhasilan Kampung Pulau Besing di Kecamatan Gunung Tabur yang telah lebih dulu meraih status kampung bebas TBC.

“Tapi bebas TBC itu bukan artinya bersih total tidak ada kasus. Masih ada beberapa, tapi kita lakukan pendampingan aktif sampai sembuh. Jadi, disebut bebas TBC karena penanganannya sudah berjalan maksimal,” ungkapnya.

Inovasi Semut Narsis Berau sendiri, lanjutnya, kini tengah mencuri perhatian nasional. Pasalnya, program yang telah mengantongi hak cipta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kemenkumham ini mendapat apresiasi tinggi dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) TBC pada 11 Mei lalu. Berau dinilai sukses membangun kolaborasi lintas sektor yang kuat.

“Di sana ada kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, termasuk juga PPTI (Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia). Banyak daerah lain yang bertanya mengapa Berau bisa menerapkan sistem pendampingan aktif seperti ini,” jelasnya.

Mengingat sifat TBC yang sangat mudah menular di lingkungan keluarga, Pemkab Berau kini memperketat proses screening dini. Jika ditemukan satu kasus positif, seluruh anggota keluarga dalam rumah tersebut wajib diperiksa demi memutus rantai penularan ke tempat kerja, pasar, maupun sekolah.

Untuk mendukung perluasan target ke 20 kampung tersebut, Pemkab Berau turut menggerakkan Tim Penggerak PKK dan kader posyandu sebagai ujung tombak di lapangan.

Kehadiran mereka diharapkan mampu mendeteksi dini kasus TBC pada kelompok rentan, sekaligus mendongkrak angka kunjungan balita ke posyandu yang saat ini masih tertahan di angka 40 persen.

“Kami berharap target kunjungan posyandu bisa naik ke angka 60 persen demi mendukung penuh suksesnya program Semut Narsis ini,” pungkasnya. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT