KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tengah gencar mendorong pengembangan berbagai tradisi masyarakat lokal.
Langkah ini diambil bukan sekadar untuk menjaga kelestarian warisan leluhur, melainkan juga untuk melejitkan sektor pariwisata berbasis budaya yang digerakkan langsung oleh komunitas lokal.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa menjelaskan bahwa modernisasi dan pemanfaatan tradisi untuk sektor wisata tidak boleh merusak esensi aslinya. Nilai-nilai sakral dan kehidupan sosial masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan.
“Pengembangan tersebut tetap harus memperhatikan pakem adat, kelestarian lingkungan, keselamatan, serta norma yang berlaku di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, Berau memiliki kekayaan sejarah yang sangat luar biasa dan belum sepenuhnya digali. Salah satu potensi terbesarnya adalah rekam jejak Kerajaan Berau yang kemudian berkembang menjadi dua pusat peradaban: Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung.
Seni, adat istiadat, dan tradisi unik dari kedua kesultanan tersebut dinilai punya nilai jual tinggi jika dikemas dalam satu kesatuan yang terintegrasi. Agar program ini sukses, Disbudpar mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, kerabat kesultanan, hingga pelaku wisata, untuk duduk bersama menyusun kalender agenda kebudayaan yang solid.
Selain kolaborasi, lanjutnya, Disbudpar Berau juga mendorong lahirnya regulasi atau peraturan daerah. Payung hukum ini sangat penting agar program pelestarian dari pemerintah dan kegiatan adat dari pihak kesultanan dapat berjalan beriringan dan saling mendukung secara legal.
Target ke depan tidak hanya menyasar festival besar, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi harian dan ritus intim yang mulai pudar di kampung-kampung. Mulai dari upacara adat pernikahan, ritual kelahiran, hingga praktik pengobatan tradisional akan didokumentasikan dan dihidupkan kembali.
“Dengan keterlibatan aktif komunitas, kekayaan budaya ini diharapkan mampu memperkuat identitas asli Berau sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi warga,” tandasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi