KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus memantapkan langkah dalam menata ekosistem pariwisata daerah. Komitmen ini diwujudkan lewat pelaksanaan monitoring hasil evaluasi usaha jasa pariwisata hiburan di kawasan Kecamatan Sambaliung dan Tanjung Redeb pada 28 hingga 29 Juli 2026.
Agenda pengawasan yang diterjunkan berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) ini menyasar sejumlah titik lokasi usaha hiburan malam maupun rekreasi keluarga. Peninjauan intensif dilakukan untuk memastikan setiap pengelola telah menindaklanjuti poin evaluasi sebelumnya, baik dari kelengkapan administrasi perizinan maupun pemenuhan standar operasional pelayanan.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, menegaskan bahwa langkah pengawasan ini dihadirkan untuk membentuk iklim pariwisata daerah yang semakin tertib, profesional, dan bertanggung jawab. Pemkab Berau ingin memastikan setiap ruang rekreasi publik memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.
“Monitoring ini menjadi sarana pembinaan langsung agar seluruh penyelenggara usaha hiburan mampu menjaga kualitas pelayanan serta taat terhadap regulasi yang berlaku,” ujar Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa.
Selain fungsi kontrol, turunnya tim ke lapangan juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog interaktif antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha. Melalui komunikasi dua arah ini, pemerintah menyerap aspirasi riil terkait kendala operasional, dinamika pasar, hingga masukan teknis dari para pengelola di lapangan.
Seluruh temuan data dan aspirasi tersebut bakal diolah menjadi basis bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan pembinaan pariwisata Berau mendatang agar makin tepat sasaran. Sinergi yang kuat diharapkan mampu mendongkrak daya saing pariwisata Bumi Batiwakkal secara berkelanjutan.
“Informasi dari lapangan akan kami jadikan pijakan dalam merumuskan program pendampingan usaha pariwisata yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan,” ungkap Yudha.
Pengawasan berkala ini dipastikan akan terus bergulir secara konsisten sebagai langkah nyata mendorong pertumbuhan ekonomi daerah lewat industri pariwisata yang sehat.
“Sinergi yang solid antara pemerintah dan pelaku usaha merupakan kunci utama mewujudkan ekosistem pariwisata Berau yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.(Adv/*)
Penulis : Heri P
Editor : Rahmat Efendi