KLIK BORNEO – BERAU. Sebanyak 146 Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau akan memasuki masa pensiun pada tahun ini. Dari total pegawai yang purna tugas tersebut, beberapa di antaranya merupakan pejabat berstatus eselon II atau kepala dinas.
Kekosongan jabatan strategis ini tentu berpotensi mengganggu jalannya birokrasi pemerintahan daerah. Kendati demikian, proses pengisian jabatan yang lowong tersebut tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.
Terkait kondisi ini, Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto meminta Pemerintah Kabupaten Berau melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah untuk bersikap selektif serta profesional dalam mencari sosok pengganti.
Apalagi saat ini Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan birokrat yang benar-benar kompeten dan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan, baik dari segi pangkat, pengalaman, maupun kemampuan kepemimpinan.
Minimnya figur yang benar-benar siap untuk mengisi posisi jabatan yang ditinggalkan tentu dikhawatirkan dapat berdampak langsung pada kelancaran roda pemerintahan sehari-hari.
Tidak mudah mencari pengganti yang benar-benar siap di lapangan, sementara jumlah pegawai yang pensiun kali ini cukup banyak, ungkap Dedy Okto Nooryanto.
Dedy Okto Nooryanto menyampaikan bahwa proses seleksi harus tetap dilakukan dengan mengedepankan asas profesionalitas dan objektivitas yang tinggi agar mampu menghasilkan pejabat yang benar-benar kompeten.
Jangan sampai jabatan yang sangat strategis justru diisi oleh orang yang tidak sesuai dengan kapasitas dan bidang keahliannya, jelas Dedy Okto Nooryanto lebih lanjut.
Lebih jauh, Dedy Okto Nooryanto mengakui bahwa jumlah Aparatur Sipil Negara yang memenuhi syarat, khususnya untuk mengisi jabatan eselon II, saat ini masih sangat terbatas.
Karena itu, menurut Dedy Okto Nooryanto, perlu ada langkah pembinaan yang terarah, mulai dari peningkatan kapasitas hingga pemetaan potensi pegawai sejak dini. Upaya ini penting agar pegawai yang dibentuk memiliki kesiapan optimal, baik dari segi kemampuan teknis maupun mental.
Ini merupakan soal kepemimpinan yang mendasar. Setiap calon pejabat harus siap secara kemampuan dan mental, katanya.
Dedy Okto Nooryanto berharap para Aparatur Sipil Negara yang memiliki peluang untuk mengisi jabatan tersebut dapat mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti seluruh proses seleksi secara maksimal.(Adv)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi