KLIK BORNEO – BERAU. Sepanjang tahun 2025, kasus narkotika masih tercatat berada di puncak tertinggi angka kriminalitas yang ditangani Kepolisian Resor (Polres) Berau. Adapun Kecamatan Pulau Derawan sendiri memecahkan rekor sebagai daerah dengan persebaran barang bukti terbanyak.
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto menjelaskan jumlah kasus narkotika yang ditangani pihaknya sepanjang tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2024 lalu terdapat 123 kasus maka pada tahun 2025 menjadi 124 kasus.
“Meski naik tipis 1 kasus, penyebarannya merata hampir di seluruh kecamatan,” ungkapnya kepada para wartawan saat rilis akhir tahun, pada Rabu (31/12/2025).
Disampaikannya, dari pengungkapan kasus narkotika yang ada, Polres Berau berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu hingga mencapai 12.267 gram serta butir LL sebanyak 18.640 butir. Wilayah Polsek dengan barang bukti sabu terbesar tercatat di wilayah Kecamatan Derawan, yakni 828 gram.
“Tapi bukan di Kepulauan Derawan langsung. Di Pulau Derawannya masih kondusif. Yang terbesar itu justru di Kampung Kasai, khususnya di wilayah perkebunan sawit,” jelasnya.
Selain Derawan, lanjutnya, wilayah lain yang juga mencatat jumlah barang bukti signifikan antara lain Biduk-Biduk, 304 gram; Labanan 321 gram; Segah 41 gram; dan Tanjung Redeb; 11,25 gram.
“Sementara wilayah kita yang lain rata-rata berada di kisaran 3–22 gram,” terangnya.
Meskipun narkotika masih berada di puncak seperti tahun sebelumnya, Kapolres Ridho menyebut terdapat penurunan angka kriminalitas dari tahun 2024 lalu. Rinciannya, jumlah kejahatan konvensional pada 2025 tercatat 283 kasus atau menurun 2024 lalu. Berikutnya, kejahatan terhadap keamanan negara turun dari 25 kasus di 2024 menjadi 11 kasus pada 2025.
“Secara keseluruhan gangguan kamtibmas di 2024 tercatat 485 kasus, sedangkan di 2025 turun menjadi 435 kasus. Ini menunjukkan tren perbaikan, meski masih ada beberapa kasus yang tetap menjadi perhatian,” bebernya.
Berbeda dengan kasus kriminal, diakui Kapolres, angka kecelakaan lalu lintas meningkat signifikan. Pada 2024 terdapat 33 kasus, sedangkan 2025 naik menjadi 55 kasus. Korban yang meninggal dunia meningkat dari 11 orang menjadi 26 orang. Sedangkan korban luka berat naik dari 21 menjadi 46 orang, sedangkan luka ringan naik dari 9 menjadi 15 orang.
“Peningkatan arus kendaraan dan pembangunan infrastruktur berpengaruh pada risiko kecelakaan. Profesi yang paling banyak terlibat kecelakaan didominasi karyawan swasta dan pelajar. Ini harus jadi perhatian kita semua,” paparnya.
Ditambahkannya, selain penegakan hukum, Polres Berau juga terlibat dalam program strategis nasional (PSN) seperti pengamanan distribusi pangan murah, penguatan UMKM, dan terlibat dalam program ketahanan ekonomi masyarakat.
“Kami tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga memastikan program pemerintah dari bapak presiden berjalan aman demi stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat,” tandasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi