Pembangunan SR Berau Tersandung Efisiensi, Provinsi Jadi Opsi

KLIK BORNEO – BERAU. Rencana pembangunan sekolah rakyat (SR) di Kabupaten Berau belum menuai kejelasan hingga saat ini. Upaya pembukaan lahan (land clearing) demi terealisasinya program nasional tersebut juga masih tersandung kebijakan efisiensi.

Meskipun SR kabupaten tak dapat berdiri tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tetap menyiapkan opsi bagi peserta didik Berau untuk menikmati pendidikan gratis tersebut di SR provinsi yang ada di Samarinda.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi menjelaskan tahun ini pembangunan SR tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hanya akan terlaksana di tiga kabupaten/kota, yakni Samarinda, Bontang, dan PPU.

“Karena lahan mereka sudah siap. Kita di Berau punya lahan, tapi belum selesai untuk land clearing,” ungkapnya.

“Memang sudah dianggarkan tapi tidak cukup. Begitu dianggarkan lagi rupanya APBD kita terjun bebas,” sambungnya.

Akibat efisiensi itu, land clearing pembangunan SR tak lagi masuk dalam daftar usulan prioritas. Keberadaan SR provinsi yang sudah tersedia serta angka putus sekolah Berau yang masih kecil turut membuat pembangunan SR Berau tak lagi bersifat mendesak.

“Untuk sekarang agak berat ya, karena efisiensi. Lalu bukan sekolah rakyat saja yang harus dipenuhi tapi sektor lain juga,” terangnya.

Saat ini, lanjut Iswahyudi, sudah banyak peserta didik asal Berau, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang bersekolah di SR Samarinda. Semua biaya pendidikan yang diterima juga sepenuhnya atau 100 persen ditanggung oleh pemerintah pusat.

“Kita punya kurang lebih ada 18 orang yang sudah kita sekolahkan. Ada SMP, SMA, dan SD. Itu sistemnya dia tinggal di panti. Sekolahnya antar jemput,” bebernya.

Meskipun sudah berjalan, problem terbesar dalam pelaksanaan program SR tersebut yakni mendapat persetujuan orang tua agar mau merelakan anaknya tinggal di asrama yang telah disiapkan.

“Karena ada yang sudah sekolah balik lagi minta pulang. Padahal sayang kan, mereka tidak keluarkan apa-apa baru pendidikannya bagus,” ujarnya.

“Ada juga yang anaknya semangat tapi orang tuanya yang tidak semangat. Akhirnya dijemput sama kakaknya disuruh pulang ke Berau,” tambahnya.

Iswahyudi berharap pembangunan SR di Berau dapat terealisasi satu dua tahun ke depan. Agar lebih banyak anak Berau yang masuk kriteria miskin, bisa menikmati pendidikan gratis dari pemerintah pusat tersebut. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT