KLIK BORNEO – BERAU. Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mentransformasi sektor pertanian sebagai pilar utama perekonomian daerah terus membuahkan hasil nyata. Kebijakan strategis yang digulirkan secara konsisten kini mulai dirasakan dampaknya oleh para petani di seluruh pelosok Bumi Batiwakkal.
Berdasarkan data hingga Agustus 2026, capaian sektor tanaman pangan Berau mencatatkan performa impresif. Luas tanam padi daerah telah menembus 2.711,2 hektare dengan total produksi mencapai 7.862,48 ton gabah kering. Tidak kalah membanggakan, sektor komoditas jagung juga menunjukkan geliat kuat dengan luas tanam mencapai 842,8 hektare dan memproduksi 3.851 ton jagung pipil kering.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa angka-angka tersebut merupakan bukti konkret dari sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Sektor pertanian terbukti menjadi motor penggerak ketahanan pangan sekaligus tumpuan utama dalam meningkatkan taraf hidup warga.
“Alhamdulillah, capaian luas tanam dan produksi yang kita raih hingga Agustus ini menunjukkan kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, penyuluh, hingga perangkat daerah terkait. Ini menjadi modal penting bagi Berau untuk terus memperkuat ketahanan pangan,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Guna menjaga tren positif ini, Pemkab Berau terus memacu modernisasi pertanian lewat pemanfaatan teknologi tepat guna. Langkah adaptif ini disiapkan untuk menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja lapangan sekaligus menghadapi dinamika perubahan iklim yang ekstrem.
“Kami ingin sektor pertanian di Berau semakin maju dan mampu menarik minat generasi muda,” tambah Sri Juniarsih.
Sejalan dengan arahan Kepala Daerah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau mengintensifkan intervensi program secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, memaparkan bahwa langkah percepatan mekanisasi dilakukan melalui distribusi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) seperti traktor, pompa air, hingga mesin dryer.
“Kami terus mengoptimalkan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian agar merata dan mampu menekan biaya operasional petani di lapangan,” jelas Kepala DTPHP Berau, Lita Handini.
Penguatan infrastruktur pertanian ini makin solid berkat kolaborasi erat bersama TNI dan Polri. Sinergi lintas sektor tersebut terbukti efektif dalam memetakan potensi lahan tidur serta menutupi keterbatasan jumlah tenaga penyuluh di lapangan, demi mewujudkan Berau yang mandiri pangan dan sejahtera.(Adv/*)
Penulis : Heri P
Editor : Rahmat Efendi