Tragedi Berdarah di Lamin Guntur Jadi Alarm Keras
KLIK BORNEO – BERAU. Insiden memilukan yang menimpa seorang anak berusia 9 tahun di kawasan wisata Lamin Guntur memicu reaksi keras dari jajaran legislatif. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, secara tegas menyatakan bahwa keselamatan wisatawan harus menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi oleh para pengelola destinasi wisata di Bumi Batiwakkal.
Peristiwa ini menjadi momentum refleksi bagi semua pihak bahwa dibalik keindahan destinasi wisata, terdapat risiko yang mengintai jika tidak dibarengi dengan sistem pengamanan yang ketat. Sumadi mengingatkan bahwa sektor pariwisata tidak boleh hanya dipandang sebagai mesin pencetak pendapatan asli daerah semata, namun harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi keluarga.
Peran orang tua disebut sebagai benteng pertama dalam menjaga keselamatan buah hati. Sumadi mengimbau dengan sangat agar para orang tua tidak kehilangan kewaspadaan sedikit pun saat membawa anak-anak berlibur, terutama di lokasi yang memiliki karakteristik alam yang menantang atau berpotensi bahaya. Pengawasan melekat dari keluarga adalah kunci utama agar kegembiraan liburan tidak berubah menjadi duka mendalam.
Namun, tanggung jawab besar juga berada di pundak pemerintah kampung dan pengelola objek wisata. Sumadi melayangkan kritik tajam terkait minimnya fasilitas keamanan dan tenaga lifeguard di berbagai titik vital. Ia menegaskan bahwa mitigasi bencana dan antisipasi terhadap gangguan hewan buas harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh dianggap remeh.
Menurutnya, sangat tidak adil jika pengelola hanya fokus memungut retribusi tanpa memberikan jaminan perlindungan yang sepadan kepada pengunjung. Evaluasi total terhadap standar operasional prosedur keamanan di seluruh objek wisata kini menjadi urgensi yang tidak bisa ditunda-tunda lagi.
DPRD Berau berkomitmen untuk segera membawa persoalan ini ke tingkat pemerintah daerah guna mengusulkan pemenuhan sarana dan prasarana keselamatan yang lebih mumpuni. Ketersediaan peralatan penyelamatan serta personel pengawas lapangan yang terlatih harus menjadi prioritas dalam anggaran pengembangan pariwisata ke depan.
Melalui langkah tegas ini, diharapkan citra pariwisata Berau tetap terjaga di mata dunia. Langkah pembenahan besar-besaran ini bukan hanya bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap sudut keindahan Berau benar-benar menjadi surga yang aman bagi setiap wisatawan yang datang berkunjung.(Adv)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi