KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau kembali membuka kursus higiene sanitasi dan keamanan pangan secara gratis bagi para pelaku usaha kuliner dan pengelolaan minuman di Bumi Batiwakkal.
Hal itu dilakukan sebagai upaya strategis pemerintah daerah mendongkrak standar kualitas produk konsumsi agar lebih aman, higienis, dan sehat bagi masyarakat.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie menjelaskan program itu menyasar para pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), pengelola Tempat Pengelolaan Makanan (TPM), Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU), serta penyedia jasa boga lainnya.
Karena tidak dipungut biaya, pihaknya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini guna meningkatkan kompetensi usaha mereka.
“Kami selenggarakan secara gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas higiene sanitasi dan keamanan pangan di Kabupaten Berau,” ungkapnya.
Selama pelatihan, lanjutnya, peserta akan dibekali materi seputar penerapan higiene sanitasi yang ideal, prinsip dasar keamanan pangan, hingga teknik pengolahan konsumsi yang aman.
Melalui pembekalan itu, para pelaku usaha diharapkan mampu menjaga mutu produk sekaligus melindungi kesehatan konsumen secara optimal.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga akan menjalani proses evaluasi di akhir sesi untuk mengukur tingkat pemahaman. Peserta yang berhasil memenuhi seluruh kriteria kelulusan berhak mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi.
Selain kursus gratis, Dinkes Berau juga terus menjalankan fungsi pengawasan kesehatan lingkungan melalui berbagai layanan sertifikasi pendukung usaha.
Layanan tersebut meliputi rekomendasi penerbitan Sertifikat Pemenuhan Persyaratan Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi untuk Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) dan hotel.
“Khusus untuk sertifikat laik higiene sanitasi hotel, tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas akan memeriksa sarana dan mengambil sampel terlebih dahulu,” jelasnya.
“Proses pemeriksaan hingga evaluasi hasil memakan waktu sekitar 10 hari sebelum rekomendasi resmi diterbitkan,” sambungnya.
Lamlay berharap program tersebut dapat direspons positif dan dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha demi mendongkrak kualitas pelayanan dan keamanan produk kuliner di Berau.
“Karena penerapan higiene sanitasi bukan sekadar pemenuhan syarat formalitas usaha, melainkan tanggung jawab penting dalam menjaga kesehatan masyarakat konsumen,” tandasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi