KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau berencana menggandeng investor operator seluler untuk menuntaskan masalah gangguan sinyal atau blank spot di wilayah Kecamatan Kelay.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi menjelaskan bahwa wilayah Kelay saat ini memang masih mengalami kesulitan akses internet yang cukup tinggi akibat kendala anggaran dan kondisi geografis.
“Kelay dari sisi internetnya susah ya. Akan bisa kalau dihubungkan dengan 9 tower kecil. Kemarin belum bisa dilakukan karena anggarannya terbatas,” ungkapnya kepada Klikborneo.com, Selasa (4/8/2026).
Sebagai solusi, lanjut Didi, pihaknya menargetkan agar menara-menara kecil tersebut dapat digantikan oleh menara besar milik operator seluler komersial.
Berdasarkan perhitungan teknis instansinya, kehadiran tiga menara besar milik operator seluler di titik strategis diyakini sudah mampu menjangkau dan menutup seluruh area blank spot di Kelay.
“Kami berharap tower kecil itu bisa digantikan oleh tower operator seluler yang besar-besar. Kalau hitungan kami ada tiga saja bisa mengcover semua,” jelasnya.
“Tapi pakai punyanya operator seluler. Kalau misalnya pemancar besarnya di kecamatan, lalu satu lagi di Long Beliu, satu lagi di tempat strategis lainnya,” sambungnya.
Diakuinya, rencana itu mendesak untuk dilakukan karena wilayah sepanjang jalan utama Kelay saat ini masih sangat minim sinyal.
Kendala topografi yang berbukit dan berhutan membuat pancaran sinyal dari menara yang ada saat ini terhalang dan tidak tersebar merata ke permukiman maupun jalur perlintasan.
“Karena area sepanjang jalan itu masih susah signal walaupun sudah ada tower yang besar. Tapi karena topografinya yang tutupi maka agak susah,” bebernya.
“Kami berharap kalau ada operator seluler yang berinvestasi, kita berharap makin bisa mengurangi blank spot yang ada di wilayah Kecamatan Kelay,” tambahnya.
Diskominfo Berau, tegasnya, menaruh harapan besar kepada operator seluler yang sudah eksis di wilayah tersebut, seperti Telkomsel dan XL, untuk memperluas ekspansi mereka.
Kedua operator tersebut diharapkan dapat memperbesar kapasitas jaringan sekaligus menambah jumlah menara serta Base Transceiver Station (BTS) di lapangan.
“Operator seluler yang kita harapkan ini seperti XL dan Telkomsel. Sebenarnya sudah ada. Tinggal bagaimana mereka memperbesar dan menambah tower sama BTS-nya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Didi mengakui bahwa salah satu faktor krusial yang kerap ditanyakan oleh para investor sebelum menanamkan modalnya adalah kesiapan infrastruktur listrik di lokasi sasaran.
Saat ini, kondisi kelistrikan di beberapa kampung di Kelay sudah menunjukkan progres yang sangat baik, salah satunya di Kampung Long Beliu yang kini telah menikmati aliran listrik PLN selama 24 jam penuh.
“Nah, ini kalau mau kerja sama dengan investor, yang mereka tanyakan juga di sana apakah listriknya sudah hidup. Mudah-mudahan dengan semakin baiknya infrastruktur jaringan PLN, akan semakin cepat pembangunan BTS, tower,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi